
Memilih baju anak-anak bukan hal yang mudah. Apalagi kalau anak perempuan. Aksesori yang beragam tentu harus membuat para orangtua ekstra hati-hati. Karena bagaimanapun anak harus punya taste berbusana.Yang terpenting tentu agar busana yang dipakai nyaman, dan tidak menganggu aktivitas bermain, belajar, dan bersosialisasi. Namun kebanyakan para ibu cepat tertarik untuk membeli baju anak yang lucu dengan model dan warna yang menarik. Mereka seakan lupa bahwa busana harus nyaman, gampang dipakai dan dicuci. Karena bagaimanapun, yang terpenting anak merasa nyaman memakainya. Mereka juga kerap mengesampingkan selera si anak. Padahal anak memiliki seleranya sendiri.
Juga jangan dikiran anak-anak terisolasi dari mode. Dengan berkembangnya media elektronik dan masifnya citra mode dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak kini memiliki kebutuhan akan mode. Ini pula yang menyebabkan bisnis busana anak tumbuh subur. Apalagi dengan adanya perubahan pola hidup masyarakat modern, yaitu segala sesuatunya lebih praktis dan boleh jadi juga lebih ekonomis bila dibeli daripada dibuat sendiri, menyebabkan bisnis busana anak berkembang.
Lalu bagaimana caranya agar pakaian anak tidak sia-sia? Berikut tips dari NH Maya dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah yang juga ibu tiga orang anak:
1. Tahu persis baju yang dibeli mempunyai ukuran yang dapat dipakai anak untuk beberapa bulan. Walaupun perusahaan pakaian anak sering mempunyai ukuran yang tidak sama.
2. Pastikan anak suka dan mau memakainya. Ini merupakan aturan mendasar dalam berbelanja busana. Kita sendiri juga tidak mau mengenakan busana yang tidak kita sukai. Kesalahan yang sering terjadi, ibu-ibu main beli saja tanpa memikirkan anaknya suka atau tidak. Padahal, sejak mulai bisa menyatakan pendapatnya, anak sudah bisa menentukan baju apa yang ingin dipakainya. Jadi, sedapat mungkin ajak dan libatkan anak saat membeli baju. Kalau tak memungkinkan, kenali tokoh kesayangannya, warna favoritnya, gambar yang disukainya. Pokoknya, semua yang berkaitan dengan kesukaannya. Anak punya selera sendiri dan mungkin bisa kita turuti. Kecuali kalau menurut kita tidak pantas, bisa kita arahkan. Tapi yang terpenting, beli busana yang sesuai dengan selera anak sehingga tak mubazir. Biarkan anak memilih baju sesuai seleranya. Kalau mereka bingung, beri alternatif pilihan.
3. Busana hendaknya mudah dicuci, dapat dicuci dengan mesin pencuci dan tidak luntur.
4. Pastikan bahwa busana yang dibeli tidak akan menyebabkan kerepotan pada waktu mengganti.
5. Sebaiknya busana terbuat dari bahan handuk atau kaos yang lentur dan elastis. Bahan pakaian sebaiknya lembut dan nyaman, hindari pakaian dengan jahitan yang kasar.
6. Sebaiknya hindari warna putih karena cepat kotor dan memerlukan perawatan lebih pada waktu mencucinya. Warna yang cocok untuk anak adalah warna-warna yang cerah atau warna pastel. Bila perlu membelikan topi, pilih yang mempunyai pita atau bahan pengikat. Kebanyakan anak merasa risih memakai topi dan berusaha untuk menariknya. Oleh karena itu ikatlah pita di bawah dagu.
7. Tak ada salahnya memilih satu ukuran lebih besar. Dengan membeli satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini, paling tidak bisa membuat baju dipakai sedikit lebih lama. Ingat, satu ukuran saja selisihnya, jangan banyak-banyak, supaya tidak kedodoran. (*)

0 komentar:
Poskan Komentar