Senin, 24 Desember 2007

ANTHURIUM SI RAJA DAUN

Anthurium kembali naik daun. Pohon ini banyak diburu orang karena harganya mahal. Anthurium bak pohon uang bagi pemiliknya. Benih tanaman hias ini bisa dilego ratusan ribu rupiah. Sedangkan sebatang anthurium besar harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan di Yogyakarta, anthurium supernova milik Yoe Kok Siong harganya mencapai Rp 2 miliar hanya untuk tongkolnya saja. Padahal dulunya anthurium merupakan tanaman yang tumbuh di hutan-hutan tropis yang teduh. Namun karena kemolekan daunnya, si raja daun inipun beralih jadi hiasan yang indah di rumah. Bahkan dari beberapa jenis anthurium, seperti jenmanii atau supernova dipastikan sebagai jenis anthurium yang jarang dan langka, sehingga dengan memilikinya, jadi kebanggaan tersendiri.
Biji pada tongkol supernova Yoe Kok Siong diberi bandrol tidak tanggung-tanggung, yaitu Rp 1 juta. Sementara dari satu tongkol bisa menghasilkan 2.000 – 3.000 biji. Jadi, kalau dikalkulasi bisa mencapai Rp 2 Miliar pertongkolnya. Banyak yang terkagum-kagum meklihat fenomena harga anthurium tersebut, namun sebagian orang justru menyangsikannya dan menyebutnya sebagai trik bisnis. Melonjaknya harga anthurium terpicu transaksi dengan harga memukau. Transaksi itu sebagian benar-benar terjadi dan sebagian lagi trik pasar alias tidak terjadi. Namun, sebetulnya trik pasar itu tidak hanya terjadi pada anthurium, tapi juga bisnis lain. Jadi siapa pun yang terjun pada dunia bisnis mesti bersiap menghadapi trik bisnis.

Jenmanii Cobra
Selain anthurium Supernova, jenis anthurium yang pamornya juga lagi mocer adalah anthurium jenmanii cobra, yang merupakan hasil persilangan antara Anthurium jenmanii varietas sawi gelombang dengan jenmanii varietas koi. Sosoknya gagah, berdaun tebal dan keras, serta berkarakter kuat, membuat jenmanii cobra banyak diburu. Otomatis harganya pun melambung. Semakin bertambah umur dan ukuran, sosok jenmanii kian gagah.
Harga anthurium cobra menggila. Harga selembar daun Anthurium Kobra selebar piring makan dikabarkan sudah dihitung Rp 15 juta per daun. Gejala aneh ini sebetulnya sudah mulai terendus sejak Mei tahun ini, ketika tanpa diduga, pamor Anthurium tiba-tiba mencorong lagi. Padahal, pamor itu sudah meredup, sejak akhir tahun lalu. (*)

0 komentar: